Membuat Proses Bisnis dari Visi dan Misi Perusahaan

 

Tahap Membuat Proses Bisnis dari Visi Misi Perusahaan

Proses Bisnis merupakan nyawa dari suatu organisasi, karena proses bisnis merupakan perangkat bisnis yang mempunyai peranan penting dalam menggerakkan, mengarahkan, serta mempercepat laju roda suatu organisasi. Kinerja suatu organisasi akan sangat bergantung pada efektivitas dan efisiensi proses bisnisnya. Proses bisnis dinilai bagus jika berhasil mencapai tujuan dengan efektif dengan men-sinergikan seluruh sumber daya yang dimiliki secara efisien. Peranan yang sangat vital tersebut mendorong kesadaran setiap organisasi bisnis untuk melakukan manajemen proses bisnis. Manajemen proses bisnis merupakan suatu metode untuk mengelola proses bisnis.

Pengelolaan tersebut digambarkan dalam sebuah siklus manajemen bisnis yang dimulai dengan penetapan strategi dan visi bisnis oleh manajemen puncak. Kemudian dilanjutkan dengan mengidentifikasi proses bisnis existing yang hasilnya diwujudkan dalam bentuk permodelan bisnis yang tepat menggambarkan aktivitas bisnisnya. Model bisnis tersebut selanjutnya dievaluasi dan disesuaikan ­­­­­dengan visi dan misi yang telah ditetapkan, untuk selanjutnya diimplementasikan dalam operasional perusahaan. Proses selanjutnya adalah dilakukan monitoring dan controlling secara berkelanjutan yang akan menghasilkan suatu evaluasi menyeluruh dan digunakan sebagai dasar untuk dilakukannya business process improvement/peningkatan proses bisnis. Output dari penerapan manajemen proses bisnis ini berupa peningkatan efesiensi perusahaan dalam aspek biaya dan waktu serta peningkatan kualitas produk dan jasa yang dihasilkan.

Tahap awal dari pembuatan proses bisnis adalah dengan mengetahui visi dan misi yang ditetapkan. Visi dan misi sangat menentukan arah tujuan yang akan dicapai sebuah organisasi. Visi dan misi organisasi ini kemudian dijabarkan dalam berbagai sasaran strategis yang akan menjadi kiblat setiap elemen dalam melakukan aktivitas kerjanya sesuai dengan struktur organisasi. Struktur organisasi tersebut akan menjelaskan fungsi dari masing-masing anggota organisasi dalam lingkup kegiatan organisasi. Masing-masing pihak yang terdapat dalam struktur organisasi tersebut kemudian akan melaksanakan proses bisnis organisasi sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing.

Menjalankan Proses Bisnis yang Benar

Untuk dapat mewujudkan proses bisnis yang benar maka harus melalui metodelogi dan kaidah-kaidah arsitektur bisnis. Arsitektur bisnis adalah rancangan atau cetak biru (blue print) proses bisnis sebuah perusahaan yang menggambarkan hubungan keterkaitan antara berbagai tujuan strategis perusahaan (strategic purpose) seperti visi, misi, tata nilai dengan aktivitas kerja pimpinan dan karyawannya dalam sebuah peta strategi (Strategic Map) dan peta proses operasional (Process and operational map), dengan penjabaran dan uraian lebih lanjut, termasuk di dalamnya rumusan penawaran nilai (Value proposition) produk dan jasa kepada pelanggannya.

Pada BSC menerjemahkan dan membuat keterhubungan antara visi, misi dan strategi perusahaan pada level yang paling atas hingga level individu dalam bentuk tujuan-tujuan, ukuran-ukuran, target, dan inisiatif. Sampai pada titik ini, strategi belum dieksekusi. Ibarat satu kompi pasukan yang siap bertempur maka setiap individu dalam pasukan, dari komandan hingga anggota, telah menyepakati dan memahami strategi apa yang digunakan dalam peperangan. Namun untuk mengeksekusi strategi, akan lebih baik lagi apabila strategi dimaksud dapat divisualisasi dalam bentuk peta strategi.

Peta strategi adalah landasan utama organisasi perusahaan untuk proses operasional perusahaan dalam pencapaian tujuan strateginya, yang dilengkapi dengan komponen-komponen kerjanya yang terhubung satu sama lain, termasuk dengan lingkungannya disertai dengan prinsip-prinsip penggunaan dan perbaikannya. Sehingga yang terpenting dalam menjalankan organisasi perusahaan yang fokus kepada strategi adalah konsistensi dalam perumusan, perancangan, perencanaan dan eksekusi proses bisnis perusahaan. Sama halnya dengan yang dihadapi pasukan tersebut, perusahaan juga memerlukan peta strategi untuk menunjukkan pola hubungan sebab akibat di antara aspek-aspek dalam BSC secara visual. Kaplan dan Norton (2000) menunjukkan contoh bagaimana perusahaan dapat memetakan strategi sebagai berikut:

Peta stratetgi di atas menunjukkan bagaimana perusahaan akan mengkonversi aset-aset yang dimilikinya ke outcome yang diharapkan. Pada gambar tampak bagaimana pegawai memerlukan pengetahuan, ketrampilan, dan sistem (perspektif pembelajaran dan pertumbuhan) untuk membuat inovasi dan membangun strategi yang efisien (perspektif proses internal) sehingga mereka dapat memberikan nilai lebih kepada pasar (perspektif pelanggan), yang pada akhirnya akan meningkatkan return dan nilai pemegang saham (perspektif keuangan). Peta strategi tersebut bukan hanya menunjukkan pola hubungan sebab akibat antarperspektif, namun lebih jauh lagi dapat menunjukkan hubungan antara aset tak berwujud (intangible asset) dengan penciptaan nilai pemegang saham. Kaplan dan Norton (2004) menunjukkan keterhubungan tersebut dalam peta strategi berikut:

Sebagaimana terlihat pada perspektif pertumbuhan dan pembelajaran pada peta strategi di atas, Kaplan dan Norton mengidentifikasi tiga aset tak berwujud utama suatu perusahaan yaitu: 1) Human Capital, 2) Information Capital, dan 3) Organization Capital. Ketiga aset ini tidak ternilai dengan sistem akuntansi yang tradisional. Padahal sudah tentu ketiga aset inilah justru yang secara kompetitif bisa menjadi keunggulan karena sifatnya yang sulit untuk diimitasi. Ketiga aset tak beruwujud ini harus terintegrasi dengan proses internal dan perlu dinilai seberapa kuat kapabilitasnya dalam menciptakan nilai pelanggan yang pada akhirnya menciptakan nilai pemegang saham.

About these ads

About irul

kadang bisa serius amat. tapi kebanyakan sih sukanya bercanda.

Posted on 28/03/2012, in manajemen and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: