Clicks and Mortar (e-commerce)

David L. Bahn

INTRODUCTION

Clicks and mortar merujuk pada penggunaan penjualan secara elektronik (cliks) dengan mengkombinasikan cara operasi secara tradisional (brick and mortar). Cliks and mortar juga mengacu pada pengembangan perdagangan secara elektronik yang berdampingan dengan operasi bisnis konvensional dengan memanfaatkan kekuatan pada masing-masing channel yang saling melengkapi dan sinergis.

BACKGRAOUND

Menselaraskan operasi dan strategi bisnis antara channel perdagangan elektronik dan tradisional merupakan tantangan signifikan yang dihadapai organisasi pada beberapa tahun terakhir ini. Pada level strategi, untuk mensukseskan operasi ritel tradisional yang dikombinasikan dengan elektronik B2C, diharapakan mencapai sinergi dalam optimasasi cost dan benefit pada setiap channel. Bagaiaman volume bisnis tumbuh melalui perdagangan elektronik tanpa mengorbankan pertumbuhan channel ritel? Apa yang harus menjadi penyeimbang investasi pada setiap channel? Apakah memungkinkan pembangunan hubungan interaktif sehingga perdagangan elektronik dan operasi bisnis konvensional saling mendukung? Pada level operasional, organisasi harus bisa membedahkan aktifitas bisnis yang bisa dilakukan secara online dari aktifitas yang membutuhkan hubungan interaksi dengan pelanggan.

CLICK AND MORTAR: RECENT RESEARCH

Research ini menjelaskan bagaimana perusahaan dapat suskses mengembangkan perdagangan elektronik bersinergi secara paralael dengan brick and mortar. Tingkat integrasi antar dua channel terwujud pada beberapa dimensi: proses bisnis actual yang digunakan untuk transaksi perusahaan, identitas brand perusahaan, kepemilikan dan manajemen pada masing-masing channel. Karakteristik produk atau layanan berperan utama dalam menentukan bagaimana caranya perdagangan elektronik dapat diintegrasikan dengan operasi bisnis tradisional. Karakteristik penentu utama sejauh mana customer potensial dengan mudah dapat mengevaluasi kualitas produk. Namun ada beberapa pendapat mengatakan bahwa tidak hanya karakteristik produk atau layanan yang menentukan strategi tetapi juga hubungan perusahaan dengan partner suplay chain dan kemampuan perusahaan mengartilkulasikan strategi yang berbeda dari strategi brick and mortar.

Sulit mensinergikan antara perdagangan elektronik dengan operasi bisnis tradisional. Ada dua jalan yang bebeda yang perusahaan dapat mengambil untuk mencapai pendekatan sinergi perdagangan elektronik. Salah satu jalannya adalah menciptakan atau mempertahankan indentitas brand tradisional perusahaan ke dalam operasi perdagangan elektronik. Jalan lainnya adalah memanfaatkan perdagangan elektronik terutama sebagai sarana untuk menciptakan layanan dan meningkatkan kualitas perdagangan tradisional.

Salah satu contoh fenomena clicks adan mortar yang terwujud  adalah dalam bidang pendidikan tinggi. Pendidikan tinggi semakin dianggap sebagai layanan binis pengiriman oleh peyedia (pendidik) dan konsumen (mahasiswa) . banyak permasalahan dan pertanyaan dalam penelitian tentang bagaimana menyeimbangan secara efektif dalam clicks and mortar yang jelas terwujud dalam perguruan tinggi. Pertumbuhan kemampuan pendidikan jarak jauh melalui Internet telah menghasilkan sejumlah bentuk pendidikan online di akademi dan universitas.

Kursus hybrid mengurangi (tetapi tidak dieleminasi) sesi di kelas dan menggantikannya dengan kegiatan pembelajaran online. Kursus hybrid dipandang sebagai pengalaman tatap muka terbaik dari intruksi kuliah yang disejajarkan dengan pembelajaran berbasis mahasiswa dan interaktif dari kelas online. Kegiatan pengajaran tradisional seperti diskusi, belajar kelompok, dan beberapa kuliah yang menguntunkan dari pengalaman secara langsung dan pribadi masih dilakukan di dalam kelas. Namun penyerahan dan penilain tugas mahasiswa, tutorial, dan ujian dapat dilakukan secara online.

Ada beberapa perdebatan mengenai tingkat penurunan sesi kelas reguler yang diperlukan untuk memenuhi kualifikasi kursus hibrida. Beberapa orang telah menetapkan bahwa pengurangan minimum setidaknya setengah dari jumlah sesi pertemuan kelas sebagai kriteria menentukan layaknya program tersebut diklasifikasikan hybrid. Pendapat lain, aktifitas kursus dapat disebut hybrid jika pengurangan pembelajaran berbasis kelas dapat mewujudkan penurunan waktu yang dihabiskan di setiap sesi kelas terjadwal atau pengurangan jumlah pertemuan kelas.

Dari segi fasilitas, kursus hybrid telah melindungi sumber daya kelas yang langkah di perguruan tinggi perkotaan yang penuh dan sesak dan telah dilaporkan menghasilkan pembelajaran mahasiswa yang lebih meningkat dibandingkan dengan kelas tradisional dan mengurangi tingkat DO dibandingkan dengan kelas murni online. Beberapa telah memperingatkan bahwa program hybrid dapat menyebabkan kebingungan mahasiswa yang mungkin menghadiri pertemuan kelas tetapi kurang memahami pentingnya komponen online dari kurikulum.

FUTURE TRENDS

Apakah di bidang umum bisnis atau  arena spesifik pendidikan tinggi, kemunculan clicks and mortar menimbulkan pertanyaan signifkan tentang kebutuhan masa depan untuk ruang fisik dan pemanfaatan alam. Dalam value chain jika bisnis dapat melakukan banyak aktifitas pre dan post penjualan melalui internet maka apa yang menjadi tujuan fasilitas brick and mortar? Seandainya fasilitas brick and mortar diperlukan untuk operasi bisnis, akankah sama besarnya ruangan retail yang dibutuhkan? Jika kita memikirkan pertanyaan-pertanyaan tersebut, mungkin baiknya ditanyakan apakah perguruan tinggi tersebut perlu membangun ruang kelas yang lebih sedikit.

CONCLUSION

Studi commercial real estate telah menunjukkan bahwa bahwa belum ada perubahan signifikan yang telah diamati dalam permintaan total untuk ruang brick and mortar sebagai akibat perdagangan elektronik. Namun demikian, tren terbaru dalam library architecture menekankan tambahan ruang pertemuan dan sosial dan meminimalkan ruang display. Kecenderungan ini mungkin menawarkan beberapa petunjuk menggiurkan untuk apa yang akan menjadi masa depan ruang ritel dan ruang kelas di dunia baru dari clicks dan mortar. Beberapa jenis fasilitas brick and mortar yang meningkatkan hubungan organisasi dengan pelanggan (dan pengalaman pelanggan) dapat menjadi lebih penting bagi keberhasilan strategis. Sebaliknya, fasilitas brick and mortar atau proses bisnis tradisional yang rutin dan yang tidak meningkatkan persepsi pelanggan dari organisasi atau layanan atau produk juga dapat diganti dengan channel perdagangan elektronik.

CATATAN

Penulis telah memberikan gambaran bagaimana pentingnya suatu organisasi menggunakan dan menselaraskan antara perdagangan tradisional dan perdagangan elektronik sehingga keduanya saling mendukung. Di paper ini diberikan contoh keberhasilan penerapan channel internet pada dunia pendidikan tinggi. Penulis berpendapat bahwa pendidikan tinggi (begitu juga dengan yang lainnya) tidak dapat sepenuhnya benar-benar meninggalkan pertemuan tatap muka. Maka dari itu penulis menawarkan metode hybrid untuk diterapkan dalam perguruan tinggi. Namun masih banyak perdebatan seperti apa suatu metode dapat disebut hybrid. Penulis berpendapat bahwa metode hybrid ini merupakan metode yang tepat, dengan bukti hasil penelitian bahwa metode ini dapat mengurangi rasio mahasiswa DO dibandingkan dengan metode online murni dan meningkatkan kompetensi dan nilai mahasiswa jika dibandingkan dengan kelas tradisional.

About irul

Kadang bisa serius amat. Tapi kebanyakan sih sukanya bercanda.

Posted on 08/05/2012, in isu teknologi informasi and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: